Perlukah Ambil Asuransi jiwa & Kesehatan bagi Karyawan ?

Pagi hari ini saya janjian dengan teman lama saya, yang kebetulan tinggalnya juga di daerah Bintaro, sehingga pada saat saya ajak untuk ketemuan, dengan senang hati, dia menyambutnya.

Teman saya tersebut, adalah seorang professional yang bekerja di bidang IT. Setelah berbica tentang keluarga masing-masing, kami pun berdiskusi tentang kehidupan saat ini, yang di rasakan semakin lama semakin berat, karena semua biaya-biaya setiap tahunnya naik terus, seperti biaya pendidikan, Listrik, pengobatan dan lain-lain. Sementara gaji, masih jalan di tempat. Begitu juga dengan biaya kesehatan, walaupun sudah ada fasiltas BPJS, namun bagi sebagian orang, masih jarang menggunakannya karena berbagai macam alasan, dan pada saat saya mencoba untuk menawarkan Asuransi perlindungan jiwa di tambah dengan proteksi terhadap berbagai macam penyakit kritis, teman saya tersebut langsung mengatakan bahwa, Dia sudah memiliki asuransi dari kantor.

Saya mencoba menjelaskan bahwa asuransi dari Kantor berbeda dengan asuransi yang coba saya tawarkan. Asuransi dari kantor umumnya adalah asuransi kesehatan. Jika seorang pegawai/karyawan berobat, baik rawat inap maupun rawat jalan akan di cover biayanya oleh kantor.Inilah kebanyakan yang dimaksud dengan asuransi dari kantor. Dengan demikian masih besar kemungkinan seorang pegawai/karyawan membutuhkan asuransi di luar asuransi yang di sediakan oleh kantor. Asuransi tersebut manfaatnya tidak hanya untuk men-cover biaya rumah sakit, tapi  banyak program yang ditawarkan, antara lain adalah:

  1. Program untuk penyiapan dana warisan. Bagi penanggung nafkah keluarga, program ini tentu sangat dibutuhkan. Atau bagi pengusaha yang (mohon maaf) punya pinjaman (utang). Program ini dapat meminimalisir resiko keungan jika sewaktu-waktu yang bersangkutan meninggal dunia. Lagi pula kematian tak ada yang tau kapan datangnya, sehingga selalu siap siaga tentu akan sangat lebih baik.
  2. Program investasi. Asuransi modern dengan produk TAPRO (Tabungan Proteksi)/Unit Link-nya menggabungkan antara asuransi dan investasi. Ini memudahkan nasabah untuk rutin berinvestasi dengan dana yang sangat terjangkau. Khusus untuk masyarakat kita yang kebanyakan masih awan dengan investasi, program ini tentu sangat bagus untuk mendidik masyarakat agar terbiasa menyiapkan dana jangka panjang untuk masa depan mereka dengan cara berinvestasi.
  3. Program pendidikan. Program ini tentunya sangat penting bagi yang orangtua yang ingin menyiapkan masa depan anaknya. Apalagi sekarang biaya pendidikan semakin mahal. Kenapa harus berasuransi? Kenapa tidak menabung saja? Menabung itu hanya focus ke berkembangnya jumlah uang kita tanpa ada benefit proteksi, sedangkan asuransi, selain investasi, ada juga unsur  investasinya, sehingga asuransi saling melengkapi antara proteksi dan investasi.
  4. Rawat inap. khusus untuk program ini, di asuransi banyak skemanya. Ada yang rawat inap saja, ada rawat jalan, ada yang program penyakit kritis. Untuk program penyakit kritis misalnya tentu sangat beda dengan asuransi dari kantor. Kalau dari kantor yang di cover kan biaya berobatnya kan? Nah, kalau di asuransi swasta kita dapat uang tunai,  dan dengan uang tunai tersebut bisa di manfaatkan untuk berbagai macam hal, karena dengan sakitnya si pencari nafkah, maka akan terganggu juga sumber pemasukan, sedangkan biaya-biaya rutin tetap harus di bayarkan, agar kelangsungan hidup tidak terganggu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s