Perlunya menyertakan Budget Asuransi Pada Saat Menyusun Anggaran Rumah Tangga

Ada pepatah mengatakan, “Jangan besar pasak, dari pada tiang”, kalau di artikan secara bebas, artinya kurang lebih, jangan lebih besar pengeluaran, dari pada pemasukan.

Di dalam kehidupan modern saat ini, banyak sekali pasangan suami istri yang tidak mengikuti pepatah di atas, kenapa ? ini di karenakan banyak sekali kemudahan-kemudahan yang bisa kita di manfaatkan, untuk membeli barang idaman, contohnya sepeda motor, dengan hanya uang 500 ribu sebagai Down Payment (DP), Orang sudah dapat memiliki kendaraan yang harganya kalau di beli secara tunai berkisar 10 Juta an.

Belum lagi fasilitas-fasiltas dari kartu kredit, yang memudahkan suami istri tersebut  untuk membeli barang-barang yang di inginkan. Ada perbedaan dasar antara keinginan dan kebutuhan, nah di sinilah sumber masalahnya, karena keinginan itu sering kali muncul, secara tiba-tiba, misalnya sedang ada discount 50%, promosi cicilan 0% dan banyak promosi-promosi lainnya, yang mana pada akhirnya akan membebani pengeluaran keuangan suami istri tersebut.

Untuk menghindari hal-hal tersebut di atas, sebaiknya pasangan suami istri harus memiliki manajemen keuangan yang baik. Pos pos pengeluaran harus di tetapkan, misalnya Pos untuk Belanja keperluan rumah tangga, Uang sekolah, Transportasi,Asuransi dan Liburan.

Mengapa alokasi budget untuk Asuransi Penting ? yak arena kalau terjadi suatu resiko, di harapkan Asuransi dapat mengatasi hal-hal yang tidak terduga tersebut, sehingga secara keseluruhan tidak akan berdampak banyak, terhadap pos pos pengeluaran lainnya.

Menyusun anggaran keuangan rumah tangga sangat penting. Yaitu untuk memastikan suami istri tetap memegang kendali keuangan bersama. Gak mau kan kalau gaji hanya numpang lewat, karena gak ada kontrol.

Asuransi kesehatan adalah proteksi yang penting dan perlu dimiliki oleh pasangan suami istri beserta anak-anaknya, Jangan sampai gara-gara sakit, pasangan suami istri tersebut terpaksa harus menguras tabungan atau menjual investasi.

Begitu juga dengan dengan risiko kematian, apakah kita bisa menghindar dari kematian? Jawabannya tidak, lalu apa hubungannya dengan Asuransi Jiwa ? asuransi jiwa tidak menghindarkan dari kematian, akan tetapi  ,Asuransi jiwa memberikan perlindungan atas nilai ekonomi hidup manusia (economic value of human life). Artinya kita sudah mencegah kerugian-kerugian finansial (atau masalah finansial) jika tulang punggung keluarga meninggal.

 

2

sumber gambar :

http://artikel.allianz.co.id/detail-article/Sertakan-Asuransi-ke-Dalam-Anggaran-Rumah-Tangga-Anda-400

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s