Teliti Polis,biar klaim Anda tidak di tolak

Kemaren malam pada saat saya sedang antre di  sebuah Klinik 24 jam di daerah Bintaro , saya berkenalan dengan seorang Bapak, yang usianya kira-kira 40 tahun. Setelah bicara tentang latar belakang masing-masing, sampailah pada topik kesehatan, dan karena saya agen Asuransi, saya langsung menanyakan ke Bapak tersebut (sebut saja Pak Budi), apakah beliau sudah punya Asuransi jiwa dan kesehatan ?.

Asuransi !, achh ngak percaya kata Pak Budi, , Kenapa kata Saya ?, iya saya punya pengalaman yang jelek, pada saat saya kena seranan jantung dan harus di rawat di rumah sakit, pihak Asuransi tidak mau membayar klaim, padahal menurut agen nya dulu, serangan jantung atau sakit jantung adalah penyakit yang termasuk di dalam daftar penyakit kritis. Kemudian saya bertanya lagi, apakah Pak Budi membaca dengan detail semua point yang tercantum di Polis Asuransi yang di ambil ?, jawabannya Enggak, karena selain point-point nya banyak dan kata-katanya juga susah di mengerti, Hemm kata saya dalam hati, kemudian saya bertanya lagi, Bapak di beritahu ngak  apa alasan Klaim nya di tolak ?, Ya itu kata Pak Budi, karena polis belum berlaku, artinya kena serangan jantung, sebelum masa tunggu terpenuhi. Ohh itu  inti masalahnya.

Apakah Anda pernah mempunyai pengalaman yang sama dengan cerita di atas ?

Baca dan cek kembali Polis Pertanggungan Asuransi

Ternyata banyak nasabah yang tidak sempat atau “malas” membaca polis pertanggungan asuransi. Selain tidak sempat dan “malas”, ada beberapa nasabah yang juga sudah berusaha membaca tetapi sudah mengerti maksudnya, karena tulisan yang kecil-kecil dan menggunakan bahasa hukum. Padahal di dalam polis pertanggungan asuransi, tercantum aturan main dan ketentuan yang berlaku.

Resiko membeli asuransi tetapi tidak membaca polis pertanggungan asuransi?

Seperti cerita Pak Budi di atas, tentu bisa di bayangkan betapa marah dan kecewanya, pada saat mencoba mengajukan klaim asuransi, klaimnya di tolak dan tidak di bayarkan. dengan alasan, kena penyakit jantung, sebelum masa tunggu . Siapa yang tidak kecewa, mendengar klaimnya tidak dibayar , untuk itu  segera baca polis asuransi pertanggungan Anda.

Polis asuransi adalah dokumen utama perjanjian antara asuransi dan Anda sebagai nasabah, yang berisi mengenai kesepakatan dua pihak. Polis asuransi ini dibuat satu arah, artinya perusahaan asuransi akan memberikan polis yang sudah jadi, dan Kita sebagai nasabah diberi kesempatan untuk menerima atau menolak isi polis asuransi tersebut. Biasanya kita diberi waktu mencapai 2 minggu untuk memutuskan, apakah menerima atau menolak.

Setidaknya ada 3 bagian penting dalam polis yang perlu kita perhatikan, yaitu jenis pertanggungan, definisi pertanggungan, kondisi yang membatalkan pertanggungan. Pastikan Anda benar-benar memahami ketiga bagian tersebut, mengingat pentingnya peran asuransi. Mari kita bahas satu persatu:

Jenis Pertanggungan

Pertama Anda harus tahu, jenis pertanggungan yang dijamin dalam polis pertanggungan asuransi. Misal ada klausul mengenai pertanggungan penyakit kritis (critical illness). Anda harus kritis, apa saja definisi penyakit kritis yang dimaksud oleh polis? Jangan pernah berasumsi bahwa penyakit jantung itu penyakit kritis. Baca dulu di polis pertanggungan asuransi, apakah penyakit jantung termasuk penyakit kritis? Bagaimana dengan penyakit jantung koroner? Dan lain sebagainya.

Definisi Pertanggungan

Tahukah Anda di dalam polis asuransi tertulis definisi masing-masing penyakit. Contoh di iklan dan agen menjelaskan bahwa kanker termasuk dalam golongan penyakit kritis. Ketika Anda baca jenis pertanggungan, tenyata benar kanker termasuk penyakit kritis. Namun Anda harus membaca lebih teliti definisi kanker yang dimaksud polis, apakah kanker stadium 1, stadium 2 atau stadium lanjut? Sekali lagi kami tekankan, jangan menggunakan asumsi, karena semua aturan main sudah ada di polis asuransi.

Kondisi yang Membatalkan

Seperti pada contoh di atas, klaim tidak di bayarkan karena masa tunggu belum terpenuhi. Di dalam polis asuransi, selalu ada bagian yang menerangkan kondisi apa saja yang dapat membatalkan perjanjian (Pengecualian). Berikut Beberapa pengecualian dengan merefer ke Produk Rider C1+ (49 penyakit Kritis) dari Allianz,:

  1. Segala penyakit yang timbul dari luka yang dilakukan secara sengaja, misalnya, percobaan bunuh diri.
  2. Segala penyakit yang disebabkan oleh AIDS, langsung maupun tidak langsung.
  3. Segala penyakit bawaan sejak lahir.
  4. Penyakit kritis yang didiagnosa sebelum polis berlaku atau didiagnosa dalam periode eliminasi (masa tunggu).

Bagian Penting Lainnya

Dalam polis asuransi juga disebutkan mengenai nilai uang pertanggungan, status perusahaan dan cara klaim. Jika ada informasi yang kurang jelas mengenai isi polis asuransi, segera hubungi agen Anda, atau bisa contact Saya untuk melihat kembali Polis Asuransi yang telah Anda miliki, apakah sudah sesuai dengan keinginan Anda .

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s