Manfaat dari Asuransi Jiwa

asuransi-jiwa-terbaik

Asuransi jiwa adalah suatu asuransi yang bertujuan menanggung orang terhadap kerugian finansial yang tak terduga, yang disebabkan karena meninggalnya terlalu cepat ataupun hidupnya terlalu lama.

Asuransi Jiwa di perlukan karena manusia sepanjang hidupnya menghadapi berbagai resiko kehidupan yaitu:    Resiko meninggal dunia terlalu cepat    Resiko hidup terlalu lama    Resiko sakit,cacat,dan juga kecelakaan.Satu hal yang pasti adalah setiap orang di atas bumi ini akan pindah dunia, tutup usia (meninggal).Hanya saja tidak ada orang yang mengetahui dan bisa mempersiapkan kapan dia akan meninggal dunia.

Semua jenis resiko hidup di atas tentunya berkaitan dengan financial. Asuransi jiwa tidak akan menggantikan jiwa yang meninggal,tidak menyembuhkan orang yang sakit,atau memulihkan orang yang cacat,atau lanjut usia.Asuransi jiwa adalah cara mengalihkan resiko kerugian financial yang di alami seseorang yang di karenakan oleh resiko hidup tersebut kepada perusahaan asuransi,dengan kata lain kerugian ekonomi yang di akibatkan oleh resiko hidup akan di tanggung oleh perusahaan asuransi jiwa.Tujuan nya agar beban yang di tanggung oleh orang yang sedang terkena resiko tidak terlalu berat.Inilah arti pentingnya asuransi jiwa.Asuransi jiwa di beli bukan karena setiap orang harus meninggal,tetapi karena orang yang di tinggalkan harus tetap hidup dan menjalani kehidupan tanpa harus turun gaya .

Semua jenis resiko hidup di atas tentunya berkaitan dengan financial. Asuransi jiwa tidak akan menggantikan jiwa yang meninggal,tidak menyembuhkan orang yang sakit,atau memulihkan orang yang cacat,atau lanjut usia.Asuransi jiwa adalah cara mengalihkan resiko kerugian financial yang di alami seseorang yang di karenakan oleh resiko hidup tersebut kepada perusahaan asuransi,dengan kata lain kerugian ekonomi yang di akibatkan oleh resiko hidup akan di tanggung oleh perusahaan asuransi jiwa.Tujuan nya agar beban yang di tanggung oleh orang yang sedang terkena resiko tidak terlalu berat.Inilah arti pentingnya asuransi jiwa.Asuransi jiwa di beli bukan karena setiap orang harus meninggal,tetapi karena orang yang di tinggalkan harus tetap hidup dan menjalani kehidupan tanpa harus turun gaya .

Asuransi Jenis ini sangat dianjurkan pada Anda yang masih produktif dan merupakan salah satu tulang punggung keluarga.

Berikut beberapa manfaat asuransi Jiwa :

  1. Meminimalisasi risiko yang tak terduga. Siapapun tidak bisa mengantisipasi atau menduga terjadinya suatu bencana dalam keluarga Anda. Dengan asuransi, perlindungan bisa didapat sehingga akan terasa meringankan.
  2. Keluarga Anda akan lebih terjamin. Jika terjadi sesuatu pada kepala keluarga/Anda, ada “dana cadangan” yaitu klaim asuransi yang bisa digunakan untuk membantu keluarga.
  3. Banyak hal yang bisa disiapkan. Pendidikan anak, pengeluaran keluarga bulanan, hingga berbagai kebutuhan yang sifatnya rutin, bisa terbantu dengan dana talangan yang sudah disiapkan dari skema asuransi jiwa.
  4. Berbagai fasilitas memudahkan bisa didapatkan melalui asuransi Jiwa apalagi kini asuransi jiwa banyak digabung dengan berbagai perencanaan lain yang bisa membantu saat-saat sulit di masa depan.
  5. Menenteramkan pikiran Anda akan masa mendatang. Bagi yang menjadi kepala keluarga, adanya asuransi jiwa bisa membuat pikiran lebih tenteram karena akan ada dana cadangan bila terjadi sesuatu kelak. Dengan begitu, kerja bisa lebih tenang dan hasil pun lebih maksimal.

 

 

Bagaimana melindungi Masa Depan si kecil sejak dini ?

antibiotik-aman-untuk-anak

Setiap orang yang sudah menikah, pasti mengharapkan akan kehadiran si kecil, dalam perkawinanya. Si kecil adalah pelengkap kebahagian, dan tanpa si kecil hadir di tengah kehidupan keluarga, pasti di rasakan ada yang kurang. Setiap orang tua pasti akan memberikan yang terbaik. Begitu juga untuk pendidikannya, yang merupakan langkah pertama untuk mendapatkan masa depan yang lebih cerah. Tingkat pendidikan seseorang masih menjadi tolak ukur pencapaian jenjang karir yang akan diraihnya nanti. Itulah mengapa, kita perlu menyiapkan biaya sekolah si kecil sejak dini.

Survei yang dilakukan oleh Kontan terhadap 250 responden menyatakan 69,2% orang tua sudah mempersiapkan dana pendidikan anaknya hingga sarjana. Jika Anda adalah orang tua yang ingin melindungi masa depan si kecil juga, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyiapkan biaya sekolah si kecil.

Mulailah Menabung
Si kecil yang baru lahir memang masih jauh untuk menyentuh pendidikan. Namun, sekarang adalah waktu yang paling tepat untuk memulainya. Buatlah daftar keuangan dan putuskan berapa jumlah uang yang akan disimpan untuk pendidikan anak setiap bulannya. Menabunglah dengan konsisten, pada jumlah yang sama. Maka, Anda tidak perlu cemas lagi dengan biaya pendidikan si kecil kedepannya.

Buat Rencana Keuangan
Sebagian orang masih suka bingung dengan cara mengatur keuangan yang baik. Kebanyakan hanya membelanjakan uangnya saja tanpa memikirkan untuk menabung dan investasi. Kini, ubahlah pola pikir Anda untuk lebih fokus pada impian yang telah ditetapkan. Buatlah rencana keuangan dalam setiap bulannya yakni dengan mencatat kebutuhan bulanan, harian, biaya tak terduga, menabung dan investasi. Nah, jika sudah disiapkan secara terperinci seperti ini tidak ada lagi alasan untuk melewatkan menabung untuk biaya pendidikan si kecil kan?

Prioritas Yang Penting
Anda adalah penentu berlangsungnya kehidupan keluarga. Jadi, kelola keuangan keluarga dengan baik. Kenali juga kebutuhan keluarga yang paling urgent. Membeli barang kurang bermanfaat yang hanya berdasarkan keinginan mulai perlu dikurangi. Daripada memelihara perilaku konsumtif tersebut, investasikan uang untuk biaya pendidikan si kecil sejak dini. Kelak saat dewasa, Anda tidak perlu lagi repot memikirkan biaya pendidikannya di luar negeri.

Itu dia beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk bisa mempersiapkan biaya pendidikan bagi si kecil. Untuk mempermudah impian Anda, Asuransi Jiwa atau Pendidikan merupakan solusi terbaik, yang akan memberikan rasa aman bagi Anda dan si kecil.

Waspada Penyakit Jantung Menimpa Usia Produktif

7-cara-mengejutkan-mencegah-penyakit-jantung

Pagi hari ini saya di kejutkan oleh berita, bahwa teman saya , yang berusia 35 tahun, telah di panggil oleh sang pencipta, karena serangan jantung.  Seakan saya tidak percaya dengan hal ini, karena saya tau persis, sebelumnya Beliau tidak memunyai penyakit Jantung dan tidak ada keluhan Jantung. Pola hidupnya juga sangat sehat, selalu berolah raga rutin,pola makan yang seimbang, tidak merokok dan meminum minuman yang beralkohol dan juga memiliki porsi tubuh juga ideal. Cuma satu hal yang menjadi kebiasaannya adalah sering kerja sampai larut malam, sehingga tidurnya hanya 3-4 jam. Mungkin hal ini yang menurut saya bisa memicu penyakit Jantung nya.

Memang pada akhirnya kita harus yakin, bahwa semua sudah di atur oleh sang pencipta, namun kita semua mengetahui bahwa rata-rata hidup orang Indonesia adalah antara 60 s/d 65 tahun.

Jenis-jenis Penyakit Jantung

Jantung merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh. Organ berukuran sebesar kepalan tangan ini berfungsi memompa dan menyebarkan darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh.

Penyakit jantung koroner juga dikenal dengan istilah penyakit jantung iskemik dan termasuk salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Sekitar 35 persen kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit jantung. Menurut Federasi Jantung Dunia, angka kematian akibat penyakit jantung koroner di Asia Tenggara mencapai 1,8 juta kasus pada tahun 2014.

 Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Seseorang mengalami penyakit jantung koroner jika aliran darah ke jantungnya terhambat oleh lemak. Penimbunan lemak di dalam arteri jantung ini dikenal dengan istilah aterosklerosis dan merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner.

Selain dapat mengurangi suplai darah ke jantung, aterosklerosis juga dapat menyebabkan terbentuknya trombosis atau penggumpalan darah. Jika ini terjadi, aliran darah ke jantung terblokir sepenuhnya dan serangan jantung pun terjadi. Faktor pemicu aterosklerosis meliputi kolesterol yang tinggi, merokok, diabetes, serta tekanan darah tinggi.

Jenis-jenis dan Gejala Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner terbagi ke dalam dua jenis yang dikategorikan berdasarkan tingkat penghambatan aliran darah, yaitu angina (angin duduk) dan serangan jantung.

Penyakit jantung yang tidak ditangani akan mengakibatkan komplikasi mematikan. Ketika tidak menerima suplai darah yang cukup hingga terlalu lemah untuk memompa darah, kinerja jantung akan menurun. Kondisi ini dikenal sebagai gagal jantung. Komplikasi ini dapat terjadi secara tiba-tiba maupun bertahap.

Jenis Pemeriksaan Penyakit Jantung Koroner

Pada diagnosis awal, dokter biasanya akan menanyakan tentang gejala, riwayat kesehatan keluarga, serta pola hidup Anda. Jika mencurigai Anda mengidap penyakit jantung, dokter akan menganjurkan Anda untuk menjalani beberapa pemeriksaan untuk mengonfirmasi diagnosis. Misalnya, tes darah, elektrokardiogram (EKG), angiografi koroner, CT scan, serta MRI scan.

Langkah Pengobatan Untuk Penyakit Jantung Koroner

Jika mengidap penyakit jantung, Anda sangat dianjurkan untuk mengubah pola hidup Anda seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, minum obat secara teratur dan sesuai petunjuk dokter, serta berhenti merokok. Penyakit jantung koroner tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dicegah agar tidak memburuk. Dokter akan menganjurkan langkah operasi untuk menangani penyakit ini jika diperlukan. Tujuan dalam pengobatan penyakit jantung adalah untuk mengendalikan gejala dan menurunkan risiko munculnya serangan fatal seperti serangan jantung.

Pencegahan Penyakit Jantung Koroner

Terdapat beberapa langkah pencegahan yang sederhana untuk menghindari penyakit jantung, yaitu:

  • Berhenti merokok.
  • Menerapkan pola hidup sehat, misalnya mengurangi makanan berkolesterol tinggi serta berolahraga teratur.
  • Menjaga berat badan yang sehat.
  • Mengurangi konsumsi minuman keras.

 Gejala Penyakit Jantung

Penyakit jantung koroner terbagi ke dalam dua jenis yang dikategorikan berdasarkan tingkat penyumbatan aliran darah ke jantung.

Angina

Kondisi ini juga dikenal dengan istilah angin duduk di Indonesia. Angina adalah sakit dada yang timbul karena berkurangnya suplai darah ke otot jantung akibat penyempitan pembuluh darah. Seseorang yang menderita angina berisiko lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung dibandingkan mereka yang tidak menderita angina.

Serangan ini biasanya berlangsung beberapa menit dan dipicu oleh aktivitas fisik atau stres. Jenis sakitnya pun bermacam-macam. Ada yang terasa menyebar di sekitar dada, berat seperti tertindih, atau sesak. Selain sakit dada, seseorang juga bisa merasa sesak napas, mual, lelah, pusing dan gelisah saat angina menyerang.

Angina dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu angina stabil dan angina tidak stabil.

Angina stabil adalah jenis serangan angina yang terjadi ketika jantung dituntut untuk bekerja lebih keras, misalnya saat melakukan aktivitas berat. Serangan ini dapat diatasi dengan obat dan istirahat. Serangan angina stabil tidak mengancam jiwa, tapi harus tetap diwaspadai.

Sedangkan angina tidak stabil adalah serangan angina yang menyerang secara tiba-tiba dan tanpa sebab yang jelas. Serangan ini dapat berlangsung walau penderita sedang santai atau beristirahat dan tidak selalu bisa ditangani dengan obat.

Serangan angina tidak stabil membutuhkan penanganan medis darurat karena menandakan bahwa penderita mengalami fungsi jantung yang menurun drastis. Jika setelah dosis obat angina kedua dada masih terasa sakit, segera pergi ke rumah sakit terdekat.

Serangan Jantung

Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke jantung terhambat sepenuhnya. Penyebab utamanya adalah terjadinya gumpalan darah atau trombosis. Penanganan medis dalam hitungan menit diperlukan karena serangan ini dapat merusak otot jantung secara permanen.

Beberapa gejala serangan jantung adalah sakit dada yang parah, kesulitan bernapas, merasa lemas, pusing, serta panik. Sakit dada itu juga bisa menyebar ke leher hingga rahang, ke lengan kiri, dan ke punggung.

Tetapi perlu diingat bahwa tidak semua penderita serangan jantung mengalami sakit dada yang parah. Indikasi serangan jantung bukan ditentukan oleh tingkat keparahan sakit dada, melainkan dari kombinasi gejala yang dirasakan.

Penyakit jantung yang tidak ditangani akan berujung pada komplikasi mematikan. Ketika tidak menerima suplai darah hingga terlalu lemah untuk memompa darah, kinerja jantung akan menurun. Kondisi ini disebut gagal jantung. Komplikasi ini dapat terjadi secara tiba-tiba maupun bertahap. Dengan adanya kondisi gagal jantung, organ-organ lain seperti ginjal dan paru-paru juga akan terpengaruh.

Investasi dan Proteksi, Bisakah Berjalan Bersamaan?

 

investasi-proteksi

Investasi saat ini sudah menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan. Investasi  terutama bagi generasi muda dibutuhkan untuk membiayai kebutuhan-kebutuhan di masa mendatang. Saat ini beragam instrumen investasi bisa dengan mudah didapatkan. Pilihannya beragam mulai dari deposito, reksa dana hingga yang agresif seperti saham.

Investasi juga tidak lagi identik hanya berlaku bagi kalangan berpunya. Dengan dana relatif kecil semua orang saat ini bisa juga berinvestasi di pasar keuangan. Untuk reksa dana misalnya, investasinya bisa dilakukan hanya dengan Rp100.000 per bulan. Bagi pekerja baru yang penghasilanya belum terlalu besar, investasi tersebut tentu masih terjangkau.

Apakah generasi pekerja junior ini hanya cukup melakukan investasi? Bagaimana dengan kebutuhan lain seperti proteksi asuransi?

Perencana keuangan Hasan Azzahid menyarankan agar para anak muda ini tidak hanya memikirkan investasi. Proteksi diri melalui asuransi tetap harus menjadi pertimbangan. Berapa besarannya? “Tergantung kondisi keuangan dan beban yang ditanggungnya,” katanya.

Dalam jajaran produk keuangan sebenarnya ada instrumen yang menggabungkan antara investasi dan asuransi. Masyarakat umum mengenalnya sebagai unit link. Namun, Hasan yang juga menjabat sebagai Ketua Ranking dan Rating Produk Keuangan Asosiasi Perencana Keuangan Indonesia (Aperkei), justru menilai unit link justru bukan pilihan yang bijak bagi individu. Hasan menuturkan unit link membutuhkan premi yang cukup besar setiap bulannya. Padahal, bagi pekerja baru yang gajinya tidak terlalu besar harus pintar-pintar menyiasati berbagai pengeluaran termasuk investasi dan asuransi. Unit link lebih direkomendasikan bagi mereka yang memiliki dana besar. Dia memberikan ilustrasi. Pekerja dengan gaji Rp5 juta dengan satu orang anak berusia di bawah 5 tahun misalnya, di sarankan untuk memiliki proteksi hingga Rp1,2 miliar.

Nah, untuk mendapatkan nilai proteksi sebesar itu, biasanya seseorang harus membayar premi unit link hingga Rp1 juta per bulan. “Bagi pekerja dengan gaji Rp5 juta, harus mengeluarkan Rp 1juta untuk investasi dan proteksi tentu sangat berat,” katanya.

Solusinya, agar proteksi dan investasi bisa berjalan beriringingan adalah dengan memisahkan keduanya. Hasan menuturkan, yang sebaiknya dilakukan adalah memilih asuransi tertentu dan menyisihkan sebagian lainnya untuk investasi.

Dia menjelaskan, jika khusus untuk asuransi premi yang harus dikeluarkan biasanya hanya sekitar Rp300.000 per bulan. Dengan demikian, alokasi dana untuk investasi seperti reksa dana bisa lebih besar lagi.

Memilih investasi yang tepat juga harus disesuaikan dengan tujuan yang diharapkan. Untuk jangka pendek 1 tahun sampai 3 tahun  sebaiknya memilih reksa dana pendapatan tetap atau pasar uang.

Sementara itu, untuk jangka menengah 3 tahun sampai 5 tahun lebih baik memilih reksa dana campuran. Adapun untuk jangka panjang di atas lima tahun di sarankan untuk memilih reksa dana saham.

Kebiasaan berinvestasi sejak usia muda akan membantu di masa tua. Porsinya tidak perlu terlalu besar, cukup 10%-20% dari total pendapatan. Investasi juga harus dilakukan di awal bulan ketika uang masih tersedia.

Jika seseorang mematok target nominal tertentu untuk masa pensiunnya, para bujangan akan lebih ringan dalam mencicilnya. Apalagi jika orang tersebut mulai berinvestasi sejak usia muda maka nominal yang harus dikeluarkan setiap bulan tentu lebih kecil.

Nah, jika kebutuhan investasi sejak muda sudah menjadi kesadaran tentu kita tidak boleh melupakan kebutuhan proteksi. Jika sewaktu-waktu terkena penyakit, proteksi asuransi tersebut akan memberikan manfaatnya.

Sumber : Bisnis Indonesia, Minggu (28/2/2016)

Bertemu Teman lama..

teman-lama-1

Sore hari ini saya menemui teman lama saya, yang sudah hampir 10 tahun tidak bertemu.Secara fisik, tidak banyak perubahan, beliau masih tetap seperti dulu, penuh energik, humoris dan hangat. Setelah bicara tentang masa lalu, akhirnya kami masuk ke topic yang kebih serius, yaitu tentang jaminan khidupan masa depan, oh ya teman saya ini adalah seorang pengusaha yang bergerak di bidang peternakan ikan Tawar.

Pada saat saya bertanya, apakah sudah punya Asuransi ? , dengan sedikit mengerut dahinya, iya berkata , Asuransi ? hemm saya rasa saya tidak perlu asuransi. Pengalaman kehidupan mengajarkan kepada saya bahwa tidak perlu asuransi, selama kita punya usaha, toch kalau terjadi sesuatu, tinggal ambil dari tabungan dan deposito, bagi seorang pengusaha yang penting adalah Investasi. Lebih baik uang bayar premi bulanan, di jadikan cicilan rumah atau Apartemen, kemudian beliau juga mengatakan , bahwa dalam 10 tahun terkahir ini dia tidak mempunyai penyakit serius, palingan masuk angin dan flu, berobat ke Dokter umum, juga sembuh. Keadaan menjadi huni sejenak, sebagai agen asuransi, saya merasa kasihan melihat teman saya tersebut dan dalam hati saya berkata, bahwa saya harus memberikan informasi yang benar kepada teman saya tersebut, tanpa ada maksud untuk jual Asuransi, karena saya tidak mau kalau terjadi sesuatu atas teman baik saya ini, saya akan menyesal karena tidak memberikan informasi yang benar.

Secara perlahan saya mulai menjelaskan prinsip dasar perbedaan antara investasi dan Asuransi Investasi itu kita MENGHARAPKAN IMBAL HASIL YANG KITA INGINKAN DI MASA DEPAN, maka asuransi itu kita MENGHINDARKAN RISIKO YANG TIDAK KITA INGINKAN DI MASA DEPAN. Apa contohnya resiko yang tidak kita inginkan ? jawabannya ; Sakit, kecelakaan, meninggal atau kehidupan yang panjang. Saya bertanya lagi kepada teman saya tersebut, apakah mungkin yang namanya manusia tidak pernah sakit ? apakah mungkin yang namanya manusia, tidak akan meninggal ?,Kalau kita sakit langsung meninggal, tidak banyak biaya yang di butuhkan, akan tetapi kalau sakit yang di derita seseorang, memerlukan pengibatan yang rutin dan panjang, bisa di bayangkan berapa biaya yang harus di keluarkan, apakah tujuan investasi kita untuk menyediakan sejumlah uang/dana untuk pengobatan ? tentu tidak, untuk itulah peran Asuransi di butuhkan.

Asuransi dan Investasi mempunyai peranannya masing-masing. Asuransi di butuhkan untuk proteksi, sedangkan investasi sebagai investing yang bertujuan untuk mengembangkan nilai jumlah uang/asset yang di miliki. Asuransi juga mempunyai fungsi yang memberikan perlindungan terhadap kemungkinan terjadinya kerugian pada masa mendatang dan memberikan rasa aman, melindungi keluarga.

Setelah saya menjelaskan hal di atas dan di sertai beberapa contoh dalam kehidupan nyata, akhirnya teman saya tersebut sadar dan berencana untuk segera punya Polis Asuransi Jiwa.

Indahnya berbagi..